Cerpen: Melayang

I

Seraya merenung cermin kaca yang memenuhi dinding, ANIZA memeriksa penampilan diri. Rambutnya paras bahu, disikat tepi, kemas dan terurus. Solekannya halus dan sekata. Dilekap-lekap bibirnya bagi meratakan gincu. Belum sempat meneliti pakaian, seorang staf canselori menghampiri lif.

Aniza lekas memperbetulkan kedudukan. Dia menginjak posisi, menghadap staf canselori yang sedang melintasi pintu lif. Staf itu tersenyum manis. Kecil molek orangnya. Tudung dan baju kurung berwarna oren cocok dengan kulitnya yang putih, tinjau Aniza. Barangkali staf itu bertugas di pejabat Timbalan Naib Canselor (TNC) kerana dia menekan tingkat empat pada butang lif.

Teruskan membaca..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: